Rabu, 17 Juni 2009

Long trip

Sumpah, rasa kesal udah naik ampe ke ubun ubun, tapi apa mau di kata, ini kan kereta ekonomi, ga boleh protes. teman-temanku sudah pada jatuh ke dalam pelukan mimpi indah mereka, tetapi aku masih terjaga, aku menghitung hitung dalam hati, dan perjalanan masih jauh untuk di tempuh. suara suara itu sangat menggangu. awalnya aku merasa sebal dengan mereka, tetapi terlintas di benakku, kalau di tanya mereka pasti juga ga mau masih terjaga sampai jam segini, di kala semua orang tidur di tempat tidur yang empuk, di temani istri, suami, anak, ibu, ayah, adik, kakak. tetapi mereka harus tetap terjaga, mengindahkan tatapan tidak suka orang orang yang ngantuk seperti aku, demi sesuap nasi, demi anak, istri, suami mereka. semua ini mereka lakukan demi orang orang yang mereka cintai. ada rasa sesal di dadaku karena tidak menyukai kehadiran mereka tadi. kalau di minta mungkin aku tak sanggup untuk melakukan pekerjaan seperti yang mereka jalanin ini. i'm sorry, hanya itu yang ada di dalam hatiku saat ini, kata yang tidak berani ku ucapkan, hanya dalam hati tapi aku tau bahwa aku sekarang salut kepada mereka. keep it up guys,, somehow theres so many people respect on what u do, even though that they not said it straight to u. at least i do
entah jam berapa, tapi para pedagang sudah tak seramai td lagi, dan aku udah jatuh tertidur, walaupun tidak terlalu pulas, tapi yang pasti aku tidur, paling tidak besok ada tenaga untuk keliling Jogja. rasanya baru sebentar aku tertidur, Icha menggoyang goyangkan badanku, " Roy, bangun. kebo banget si lo, udah nyampe nie, ayo bangun".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar